Naskah Drama Kabaret “Kutitipkan Ijazah diatas Nisanmu”

Kabaret merupakan sebuah pertunjukan atau pementasan seni yang berasal dari Dunia Barat di mana biasanya ada hiburan berupa musik, komedi dan seringkali sandiwara atau tari-tarian. Perbedaan utama antara kabaret dengan pertunjukan lainnya adalah tempat pertunjukannya— restoran atau kelab malam dengan sebuah panggung pertunjukan dan penontonnya yang duduk mengelilingi meja-meja (seringkali sambil makan atau minum) dan menyaksikan pertunjukannya, bahkan sekarang kabaret sudah banyak ditampilkan diacara-acara sekolah seperti perpisahan atau pawidya, ultah sekolah, atapun acara-acara lain.

Pada peralihan abad ke-20, terjadi perubahan besar dalam budaya kabaret. Pertunjukan-pertunjukan kabaret dapat beraneka ragam dari satire politik, menceritakan lingkungan sosial, lingkungan sekolah hingga hiburan ringan. Masing-masing pemerannya diperkenalkan oleh seorang master of ceremonies (MC), atau pembawa acara. Tidak sedikit pementasan drama kabaret sekarang ini menggunakan rekaman yang sudah disunting sedemikian rupa yang memanfaatkan software komputer dengan dibubuhi efek-efek suara agar suasana pementasan tidak terlihat monoton..

Berikut penulis sajikan teks drama kabaret LENGKAP dengan contoh suara dan video sebagai bahan resensi yang dapat anda sunting/edit agar dapat disesuaikan dengan lingkungan dan acara yang nantinya drama kabaret yang anda garap ditampilkan.

Judul: Kutitipkan Ijazah diatas Nisanmu (Episode 1 dan 2)
Ide Cerita dan Skenario : M. MU’ARIFIN, S.Pd.I
Penata Akting : NANANG WAHIDIN, S.Pd.I
Penata Musik : RAHMAT NAJRI, S.Pd.I
Editing : LINTANG SETIA GUMILANG
Effek Suara : UJANG MAULANA
Produser : LPI Ya’abidi Productions
Sutradara : JUMHUDI, S.Pd.I, M.Si

SKENARIO DRAMA KABARET LPI YA’ABIDI SUKADANA
TAHUN PELAJARAN : 2015/2016

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
Hadirin yang berbahagia…
Kini tiba saatnya kita saksikan bersama acara pamungkas yang kita nanti-nantikan
sebuah drama musikal kabaret versi pelajar
Dalam Rangka Imtihan Lembaga Pendidikan Islam Ya’abidi Desa Sukadana
Kecamatan Tukdana Kabupaten Indramayu
Tahun Pelajaran 2015/2016

Ide Cerita dan Skenario : M. MU’ARIFIN, S.Pd.I
Penata Akting : NANANG WAHIDIN, S.Pd.I
Penata Musik : RAHMAT NAJRI, S.Pd.I
Editing : Lintang Setia Gumilang
Produser : LPI Ya’abidi Productions
Dan di Sutradarai Oleh : Bapak Ustadz JUMHUDI, S.Pd.I, M.Si

Hadirin…
Drama ini menceritakan tentang kehidupan anak manusia yang terlahir dari keluarga miskin dan serba kekurangan. Hanya bermodalkan semangat yang tinggi serta keteguhan sikap sabar dan tawakal, mereka berjuang dalam mengarungi bahtera kehidupan yang penuh dengan tantangan dan rintangan, demi menggapai cita-cita mulia dan tujuan hidup yang idamkannya.

Hadirin Yang berbahagia… Penasaran dengan ceritanya…???
Mari kita saksikan bersama serial kabaret versi pelajar yang diperankan langsung oleh aktor dan aktris berbakat dari siswa-siswi MTS dan MA Ya’abidi Sukadana

Dalam Judul :

KUTITIPKAN IJAZAH DIATAS NISANMU

Selamat Menyaksikan…

ADEGAN 1

Lagu : Nasibe Badan (Vocal : Diana Sastra)

(Suasana dirumah keluarga Fatimah. Dia dan ibunya sedang berbincang-bincang sambil memberesi pakaian yang habis dijemur)

KHOLISAH              :   Ibu, bagaimana keadaan ibu sekarang, sudah agak baik kan bu?

IBU WASTURI         :   Iya Lisa, Alhamdulillah sekarang sakit ibu sudah agak mendingan.

KHOLISAH              :   Bu, izinkan Lisa ya bu. Mulai sekarang izinkan Lisa yang berjualan sayuran keliling kampung. Karena, sekarang kan ibu sedang sakit, Lisa takut nanti sakitnya   bertambah parah. Jadi, mendingan sekarang ibu istirahat dulu, nanti Lisa yang berjualan sayuran ya bu…

 IBU WASTURI         :    Kholisah anakku, kamu harus konsentrasi belajar. Kamu jangan memikirkan soal jualan ataupun pekerjaan yang lainnya. Karena semua pekerjaan itu sudah menjadi kewajiban dan tanggung jawab ibu nak.

KHOLISAH              :   Tapi bu, Lisa bisa kok membagi waktu belajar dan waktu kerja. Nih bu… dari jam 7 pagi sampai jam Setengah Dua siang Lisa sekolah. Ntar kan jam Setengah Tiga sampai jam 5 sore Lisa bisa berjualan sayuran keliling bu. Dan malamnya Lisa bisa belajar untuk besok pagi. Gampang kan bu…???

IBU WASTURI         :   Tapi nak…, nanti kamu cape, dan ibu khawatir nanti akan berdampak negatif sama sekolahmu nak.

KHOLISAH              :    Tidak kok bu, tenang aja. Insya Allah Lisa bisa bagi waktu dan jaga kesehatan kok. Percaya deh bu, Lisa pasti mampu mengerjakan ini semuanya.

IBU WASTURI         :   (Sambil mengelus rambut kepala Lisa) Lisa.., maafin ibu ya. Ibu masih belum bisa Membuat hidupmu nyaman dan bahagia seperti anak-anak yang lainnya. Bahkan sekarangpun kamu malah direpotkan dengan pekerjaan, yang sebenarnya itu sudah menjadi kewajiban ibu selaku orang tua.

KHOLISAH              :   Ibu.., Lisa percaya, Allah akan selalu melindungi dan membantu kita. Karena Allah tidak mungkin menguji seorang hamba-Nya itu diluar kadar kemampuannya bu. Lisa yakin, Allah menguji kita seperti ini, karena kita yakin pasti mampu menghadapinya bu.

IBU WASTURI         :    Terima kasih ya nak…, ibu merasa bersyukur dan bangga karena memiliki putri yang secantik dan sebaik kamu Lisa (Sambil memeluk Lisa).

KHOLISAH              :   (Melepaskan pelukan ibu sambil tersenyum) Lisa juga bangga kok, memiliki orang tua yang baik seperti ibuku ini. Ya sudah, sekarang sudah malam mendingan kita istirahat dulu. Mari bu, Lisa antar ke kamar ibu. (sampil mengambil tempat pakaian).

IBU WASTURI         :   Iya Lisa, terima kasih ya… (Lalu Kholisah memapah ibunya masuk kamar)

(PROLOG 2)

Hadirin…
Itulah sekilas potret kehidupan dari keluarga Kholisah yang penuh kasih sayang
Walaupun mereka hidup dibawah garis kemiskinan
Naah.. Hadirin…
Kini mari kita tengok berbagai aktifitas di Lembaga Pendidikan Islam Ya’abidi Sukadana,

Selamat Menyaksikan…

ADEGAN 2

Lagu : Suci dalam Debu (Versi Reggae)

(Suasana diruang kelas, siswa-siswi masuk kelas dengan senda gurau, canda tawa, sambil menunggu pelajaran dimulai)

(Suara langkah kaki)

 PAK LUTHFI            :   Assalamu’alaikum, anak-anak…

SISWA-SISWI          :   (Bersama-sama) Wa’alaikum Salam… Pak Luthfi Hakim.

PAK LUTHFI            : He’eem bagus… bagus…. bagus.., OK anak-anak untuk pelajaran bahasa Daerah ini, bapak akan melanjutkan pelajaran minggu kemarin, yaitu belajar mengartikan kalimat kedalam bahasa Krama. Siap anak-anak…???

SISWA-SISWI          :   (Bersama-sama) Siaaaap Pak Luth….

PAK LUTHFI            :   OK, Nah sekarang coba kalian artikan, apa bahasa kramanya : “Saya mau berangkat mengaji di Musholla”. Hayo siapa yang bisa menjawab acungkan tangan. Hayo Cang.. Cing.. Cung..!!!

TARKIMAN              :   Saya Pak Luth… (Sambil mengacungkan tangan)

PAK LUTHFI            :   Iya, silahkan Tarkiman apa jawabannya??

TARKIMAN            :   “Saya mau berangkat ngaji di mushola” itu bahasa kramanya “Kula… bade…. kesa Ngajos teng Mushola”.

POPONG              :    (Sambil jenggung kepala Tarkiman) Huusst…. Salah kunuh Tarkiman..!!!! Salah kunuh pak Luth, Masa NGAJI bahasa kramae NGAJOS. Salah kunuh pak!!!

SISWA-SISWI          :   (Bersama-sama) Huuuuuh…. Tarkiman… Tarkiman….. !!!

 PAK LUTHFI            :   Ya sudah jangan pada ribut, Terus coba ageh ncak sing benere kepriwen Popong ??

POPONG                   :   Baka “Saya mau berangkat ngaji di mushola” bahasa kramae kuh “Kula… bade…. kesa Ngoyos teng… teng…. “ (Sambil dengak mikir-mikir dan tangannya dikening)

TARKIMAN              :   Teng.. Tengan… endase naaang siraa… ngoyos mah… !!! Sira mah malah tambah salah pisan kunuh Pong, mangsa iya NGAJI jeh bahasa kramae NGOYOS…???!!!

POPONG                   :   Ennjuuuh… nyaur ya Tarkiman. Wis gah aja blaga nang, mader sira karo kita kuh se Shio, yaiku Shio Kebo dadi pada O’one kabeh, ya iya beli sih …????

RAIHAN                   :   Sudahlaah jangan pada saling meyalahkan gitu temaaan, tadi apa yang sudah kalian lakukan itu baik kok, memang kita harus berani untuk mencoba fren, masalah benar atau salahnya itu mah urusan belakangan, yang penting kita berani tampil melatih mental dan tidak minder.

PAK LUTHFI            :   Dengar tuh, Popong, Tarkiman, apa yang diucapkan Raihan itu benar, kalian harus belajar berani berpendapat, melatih mental, dan jangan malu-malu. Oya coba yang lainnya, ada lagi yang mau coba menjawab???

ELFA                         :   Saya Pak Luthfi (Sambil mengacungkan tangannya)

PAK LUTHFI            :   Oh ya, silahkan Elfa, coba apa jawabannya???

ELFA                         :   Bahasa Kramanya “Saya mau berangkat mengaji di Musholla” adalah “Kula Bade Kesa Ngaos teng Musholla” pak.

PAK LUTHFI            :   Nah itu baru Shoheh, alias betul. Good… Good..Good.. (Sambil memberi jempolan) Tuh anak-anak, tadi jawaban Elfa itu benar. Jadi NGAJI itu basa kramae kuh dudu NGAJOS, apalagi NGOYOS. Paham anak-anak..????

SISWA-SISWI          :   (Bersama-sama) Iyaaa… paham pak Luuuuth….

PAK LUTHFI            :   Oh ya sudah, kalau kalian sudah paham, maka pelajaran kali ini dicukupkan sekian saja dulu dari bapak. Dan sekarang kalian semua boleh istirahat dulu ya. Wassalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokutuh… (Lalu keluar kelas)

SISWA-SISWI          :   (Bersama-sama) Wa’alaikum Salam Warohmatullahi Wabarokatuuuh…

(Siswa-siswi membereskan alat tulisnya dan hendak keluar kelas, namun tiba-tiba datang Pak Warnita)

PAK WARNITA       :   Eh.. Eh… Eh… masuk… masuk dulu sebentar, jangan pada metu dikit. Hayo.. hayo.. pada dodoka maning, bapak mau ngomong sedelat.

POPONG                   :   Ana apa sih pak Ita ??? Wong waktune wis istirahat jeh, kon majing maning…

PAK WARNITA       :   He’ee… bocah kuh ngomong bae.. !! Iya weruh kiyen waktunya istirahat, tapi bapak mau ada perlu sebentar, krungu beli sih??!!!

TARKIMAN              :    Ya wis jage gah pak Ita, aja suwe-suwe pengumumane kuh, Wetenge wis keruyukan kih pak, sing esuk durung mangan-mangan acan.

PAK WARNITA       :   Ya nyangkane diam dulu coba, supaya gelis pengumumannya…!!

POPONG                   :   Iya pak Ita ana pengumunan apa, mangga diterangaken sing jelas. Terus gah biasa bae sih raine kuh pak Ita, Aja ditekak tekuk mengkonon rai kuh, Laka senyum-senyume acan…

PAK WARNITA       : Uwis bribina dikit popong, tek sumpel karo sepatu pisan ngko gah bocah kih..!!! (sambil hendak melepaskan sepatunya) Coba dengerin dulu sebentar ya anak-anak, bapak masuk kesini itu cuma mau memberitahukan kepada Kholisah, mana nih si Lisa berangkat tidak anak-anak???

ELFA                         :    Ehmm anu pak Ita, sekarang Kholisah tidak berangkat sekolah, dia ijin sekarang mau mengantarkan ibunya berobat di Puskesmas Kerticala. Itu pak Surat Ijinnya Kholisah ada di KM pak (Sambil menunjuk ke Raihan).

RAIHAN                   :   Iya pak Ita, ini surat ijinnya Kholisah pak (Sambil memberikan surat ke Pak Ita)

PAK WARNITA       :   Oooh… begitu toh??!! Ya sudah, kalau begitu bapak minta tolong sama kamu Elfa, tolong sampaikan kepada Kholisah, kalau besok dia berangkat, nanti Lisa disuruh untuk menghadap ke Pak Jumbu ya Elfa. Tolong sampaikan ya…

ELFA                         :   Iya siap pak Ita, insya Allah entar saya sampaikan kepada Kholisa nya pak.

PAK WARNITA       :   Oke terima kasih ya Elfa, Ya sudah anak-anak, kalau begitu pengumuman bapak dicukupkan sekian dulu, terima kasih atas segala perhatiannya dan mohon maaf atas segala kekurangannya, akhir kata Wabillahi Taufiq Wal Hidayah Wassalamu ’alaikum Warohmatullahi Wabarokaaatuuhh…

SISWA-SISWI          :   (Bersama-sama) Wa’alaikum Salam Warohmatullahi Wabarokatuuh…

(Lalu pak Ita keluar, tapi salah jalan keluarnya)

POPONG                   :   Eh.. pak.. pak.. Salah pak.. kesono mah WC pak. Kalau pintu keluarnya itu kesana Pak, klalen ya pak Ita ??? (Sambil menunjuk ke arah pintu)

PAK WARNITA       : Ooh… iya ya. Maaf anak-anak bapak buru-buru jadi klalen deh… (Sambil menuju pintu keluar)

TARKIMAN              : (Sambil berdiri dari tempat duduknya) Lalaaa…. ana-ana bae ya cah pak Ita kuh. Ari ngupai pengumuman mah kaya wong iya-iya’an. Sampe kaya wong lagi pidato bae wonge mah. Eeeh… waya metu jeh kesasar……

POPONG                   : Essst… aja santer-santer ngomonge kuh, bokat krungu pak Ita ne, endah sira pak Ita mah baka sewot kuh maen Kruntel-kruntel bae kanah…

RAIHAN                   :   Ya sudah temen-teman hayu kita istirahat dulu…

                                        (Sambil melambaikan tangan kepada siswa-siswi yang lain lalu keluar beristirahat)

PROLOG 3

Hadirin… begitulah aktifitas kegiatan belajar mengajar di sekolah, ada canda dan tawa, Namun tetap dalam keseriusan dalam belajar.
Hadirin… sekarang mari kita tengok sejenak suasana di ruang guru MTs Ya’abidi
Selamat menyaksikan….

 ADEGAN 3

Lagu : Kopi Hitam Kupu-Kupu (Voc. Momonon)

(Suasana kantor MTs Ya’abidi, para dewan guru sedang berkumpul)
(Lalu Kepala Sekolah masuk kantor)

 PAK JUMHUDI        : Assalamu’alaikum

DEWAN GURU        : (Bersama-sama) Wa’alaikum Salam…

PAK ALI                   : Eeeh… Komandan sudah teka nih, mangga linggih pak… mangga.. mangga… (sambil mendorong-dorong badan pak Jumbu untuk duduk)

PAK JUMHUDI        : (Sambil menghela tangan pak Ali) iya wis menenga ikih aja dorong-dorong bae pak Ali, tek kerag raine pisan kih. Beli dikongkon maning gah, ngko gah dodok dewek.

 PAK ALI                   :   Maaf bercanda komandan, bercanda… (Lalu duduk dikursinya)

PAK JUMHUDI        :   Ibu Marini, tolong kesini. (Sambil menujuk ke ibu Marinih)

IBU MARINIH         :   i…i..iya pak Jumbu… (Dengan nada gemetar sambil berdiri gemeteran)

PAK JUMHUDI        : E..e..e.. kenang apa gemeter kuh, aja wedi cepat kesini !!! Direken-reken kitane berokan apa wedi kuh, wani kaya wong glarapan deleng kita kuh. Mene marek…!!!

IBU MARINI            :   i..i..iya pak (Lalu ibu Marini melangkah ke arah pak Jumbu dengan agak gemetar)

PAK JUMHUDI        :    Begini, menurut laporan dari wali kelas, katanya akhir-akhir ini Kholisah sering datangnya telat bahkan sering tidak masuk sekolah. Sebenarnya mulai kapan Kholisah itu sering telat ?? coba tolong di cek daftar hadirnya…

IBU MARINIH         :    Iya pak, kalau dilihat daftar hadirnya sih sudah 1 bulan ini dia sering datangnya telat, bahkan sering tidak masuk sekolah pak.

PAK JUMHUDI        :   Terus sudah ditanya belum apa alasannya dia sering tidak masuk???

PAK ALI                   :    Sambil berdiri) Katanya sih, Kholisah itu sedang mambantu orang tuanya jeh komandan.

PAK JUMHUDI        : Menenga Pak Ali !!! Wong lagi nakoni ibu Marinih jeh melu nylatek bae, tek kerag raine pisan ko gah wong kih.

PAK ALI                   :   i… i..iya mangaf Komandan, Biang sewot bae wong kuh ya…

PAK JUMHUDI        :   Gimana bu Marinih, kenapa alasannya jeh?

IBU MARINIH         :   Ya benar begitu kata pak Ali, pak. Katanya sih dia membantu orang tuanya pak.

PAK JUMHUDI        :   Ooooh… begitu toh??? (sambil mengangguk-nganggukan kepalanya)

(Lalu terdengar suara ketuk pintu)

PAK WARNITA       : Assalamu’alaikum

PAK JUHUDI           : Wa’alaikum Salam, iya silahkan masuk.

(Lalu pak Ita masuk dan menghadap pak Jumhudi)

PAK WARNITA       :   Lapor Komandan, saya sudah menjalankan tugas dari bapak yang kemarin, Laporan selesai !! nih pak Kholisahnya. (Lalu pak Ita keluar)

PAK ALI                   :   He.. he..he.. pak Ita, garep mendi maning buru-buru kuh???

PAK WARNITA       :   Sory Coy sayanya mau Dinas Luar dulu.. bye..bye…

PAK ALI                   :   Biang kalesan TU alias Tukang Ujag-ajig, kerjane gah dinas luar terus…

KHOLISAH              :   Maaf pak Jumbu, kata pak Ita tadi, kemarin katanya saya disuruh menghadap bapak, kira-kira ada apa ya pak ???

PAK JUMHUDI        :   Begini Lisa, menurut laporan dari wali kelas, katanya kamu akhir-akhir ini sering datangnya telat bahkan sering tidak masuk sekolah, kenapa nak???

KHOLISAH              : Anu pak… maaf pak jumbu, saya membantu ibu saya pak. Semenjak ibu saya sakit, saya mengerjakan semua pekerjaan ibu, seperti masak, mencuci, ikut tandur, dan berjualan sayuran keliling pak.

PAK JUMHUDI        :   Oooh…. iya..iya..iyaa…, tapi kalau bisa mah Lisa jangan sampai ketinggalan materi pelajaran nanti prestasimu bisa menurun. Lisa kan anak berprestasi di sekolah ini.

KHOLISAH              :   Iya maaf pak, insya Allah nasehat bapak akan selalu saya ingat.

PAK JUMHUDI        : Ya sudah, sekarang silahkan Lisa boleh kembali ke kelas, yang rajin belajarnya ya nak.

KHOLISAH              : Iya pak Jumbu, terima kasih.. Assalamu’alaikum… (Sambil salaman)

PAK JUMHUDI        :   Wa’alaikum Salam…

PAK ALI                   :    Hemmm… ada-ada saja ya pak. Ada yang anaknya semangat belajar orang tuanya tidak mampu. Ada yang orang tuanya mampu, eehhh…. kadang kala malah anaknya malas belajar. Ya iya beli sih pak Baban..????

PAK BABAN            :   Iya juga sih, tapi itu mah mendingan pak Ali, sing lebih parah mah, wis wong tuane beli gableg iku eeeh… ditambah anake juga males belajar malah badeg pisan…

PAK ALI                   :   Ciiih… emosi tah pak Baban..????

PAK BABAN            :   Ya beli emosi mah, cuma rada ndegel bae ati kuh.

PAK JUMHUDI        :   Ya sudah, semua itu kan sudah menjadi rahasia Allah. Oh iya Pak Mamat !!! Kalau keadaan kelas 8 sih bagaimana??? (sambil menunjuk ke pak Mamat)

PAK MAMAT           : (Dengan rasa kaget lalu berdiri) Iya pak, ada apa pak??? Maaf tadi ngomong apa pak, nggak kedengaran pak???

PAK JUMHUDI        : Nyangkane gah aja ngerag-ngerag bae endas pak mamat, Kuen sing mau tek delengaken kerjane didis bae rambut jeh !!!

PAK MAMAT           :   Iya pak, maaf pak, sudah kebiasaan pak, ini hobi saya dari kecil pak, hehee…

PAK JUMHUDI        :   Oooh.. pantesan, tadi itu saya tanya kalau kelas 8 sih bagaimana, pak Mamat itu kan wali kelasnya ???

PAK MAMAT           :   (Sambil garuk kepala) Iya pak Jumbu, Oooh.. Don’t worry, kalau kelas 8 sih aman dan lancar-lancar aja. Iya kan Ibu Nova Cantik hehe… (sambil menjawil ibu Nova)

IBU NOVA               : Yeee… Lancar.., emangnya jalan Tol Cipali apa, lancar-lancar aja..???

PAK MAMAT           :   Maksudnya begini pak…., sekarang ini untuk kelas 8 alhamduliiah ada peningkatan, yang tadinya anaknya males sekarang mulai agak rajin, yang sudah rajinnya tambah semangat lagi belajarnya. Cuma sayang…

PAK JUMHUDI        :   Sayang kenapa pak Mamat ????

PAK MAMAT           :   Anu pak cuma sayang, anak yang bandel masih tetap ada, nggak bisa hilang pak.

IBU NOVA               :   Yaaaaa….. kalau begitu mah sama dong, kelas 7 juga begitu keadaannya pak.

PAK JUMHUDI        : Ya sudah nggak apa-apa, wajar saja mereka itu masih anak-anak belum dewasa, yang penting kita sebagai guru itu jangan mudah berputus asa. Tetap semangat dan sabar dalam mengajar, membimbing serta mendidik anak-anak, insya Allah… semua jasa dan kerja ikhlas kita dibalas oleh Allah SWT.

Lagu : Perjuangan dan Doa (Voc. Rhoma Irama)

PAK JUMHUDI        :    Ya sudah, kalau begitu saya permisi mau rapat KKM dulu, silahkan kerja bapak dan ibu dilanjutkan kembali. Assalamu’alaikum semuanya….

DEWAN GURU        :   Iya mangga pak Jumbu, Wa’alikum Salam…. (Lalu mereka semua keluar stage)

 

PROLOG 4

Hadirin… dengan sifat sabar dan semangat yang tinggi, serta tidak berputus asa, para dewan guru mendidik dan membimbing siswa-siswinya, mereka berjuang demi mencetak generasi-generasi penerus bangsa yang bermental baja dan ber-akhlakul karimah.

Hadirin.. kini mari kita simak adegan berikutnya, selamat menyaksikan…

 Adegan 4
(Suasana dijalanan Kholisah sedang berjualan sayur)
Lagu :
Nasib Si Miskin (Voc. Ida Laila)

KHOLISAH              :    (Sambil menjajakan dagangannya) Sayur… Sayur … Ayo bu Sayuran bu… Masih segar-segar lho bu.. Mari bu… Sayuur… Sayuurr…

NADIA                      :    What ??? Apa aku nggak salah lihat nih ??!! (Sambil kipas-kipas wajahnya)
Eh.. eh.. eh… Sih.. Darsih.. lihat tuh, itu kan si Kholisah ??!! (Sambil berbisik)

DARSIH                    :   (kaget sambil berbisik) Haaah… iya Nad, itu Kholisah. Anak yang sok pintar dikelas kita itu lho. Entar aku akan kerjain dia Nad, biar tahu rasa dia..!!!
(Lalu Darsih mendekati Lisa) Mimpi apa aku semalam ya, Kok didepan gue ada penjual sayuran yang sangat cantik banget hahaha…!!! (Mereka bertiga tertawa mengejek Lisa)

NADIA                      :   Kasihan anak ini, dasar nasib orang miskin Lo !!! (Sambil merebut tempat sayur dan membuangnya)

KHOLISAH              : Astaghfirullahal ‘Adhiem Nadia, apa-apaan nih?? (sambil mengumpulkan sayurannya yang berantakan)

NADIA                      :   Duuh kasian banget deh kamu, Nggak ada yang mbantuin. Makanya, jadi orang tuh jangan sok Juara Lo!!! Orang miskin aja Belagu, Sok Pintar Lo !!!
(Sambil menginjak tangan Lisa yang sedang merapihkan sayurannya yang berantakan)

KHOLISAH              :    Aduuh sakit Nadia. Ya Allah, apa sih mau kalian ?? Kenapa kalian selalu mengganggu saya ? Memangnya Apa salah saya ? (Sambil bersedih)

DARSIH                    :   Salah apa.. Salah apa !!! Pengen tau kesalahanmu ya?? Nih, dengerin kupingmu ya, Salahmu itu adalah kamu jadi Orang Miskin tau… Hahahahaaaaa (Mereka tertawa)

NADIA                      :   Hei.. Tafasya !!! Aih Tafasya, Tarsinah !!! sira pengen ngumbangi beli, aja meneng bae, jage srog garepan ngumbangi mah !!!

TARSINAH               :   Oke Bos, Hai Lisa bocah edan !! Jadi orang Miskin itu jangan sombong Lo, Jangan sok Pintar Lo !! Mentang-mentang semua guru sayang kepada Kamu, Kamu jadi manja gitu, Dasar orang Miskin Lo !!!

KHOLISAH              :   Aku tidak pernah manja Tarsinah, aku hanya berusaha jadi orang yang pandai dan Berprestasi, ingin jadi kebanggaan orang tua dan guru. Apakah itu salah ????

TARSINAH               :   E…eee.. masih bisa ngejawab aja Lo, Dasar bocah Melarat !!!
(Sambil mendorong Lisa sampai terjatuh)
(Tiba-tiba Ibu Wasturi datang)

IBU WASTURI         : Hey…. Apa-apaan ini…!!! Lisa, kamu tidak apa-apa nak???
(Sambil membangunkan Kholisah yang terjatuh)

KHOLISAH              : Lisa nggak apa-apa Bu, Kenapa ibu ada disini???

IBU WASTURI         : Hey… Kalian mau apakan anakku hah ??!!

NADIA                      : Waduh Biuung…. Ada arang miskin lagi ngamuk… Hayo Kabuuurr…!!!!(Mereka bertiga pada lari)

IBU WASTURI         : (Sambil menangis) Lisa, maafkan ibu ya nak, ini semua gara-gara ibu, kamu selalu di hina dan di caci maki oleh teman-temanmu.

KHOLISAH              : Tidak bu, ibu tidak bersalah kok, saking merekanya saja yang pada jahat sama kita.

IBU WASTURI         : Ya sudah, sekarang mari kita pulang saja nak… biar lukanya ibu obatin…

KHOLISAH              : Iya bu.. (Lalu mereka pulang)

Lagu: Keramat (Voc. Lesti DA2)

 

PROLOG 5

Hadirin… begitulah nasib Kholisah yang terlahir dari keluarga miskin,
Setiap hari dia selalu mendapatkan ejekan dan hinaan dari teman-temannya,
Namun dengan penuh kesabaran dan ketawakalannya dia mampu menghadapi semua hinaan itu.

Hadirin… sekarang mari kita simak adegan berikutnya, selamat menyaksikan….

ADEGAN 5

Lagu : Wajib Belajar

(Suasana sekolah dengan backsound suasana ramai anak-anak mengobrol diruang kelas)
(Lalu terdengar suara motor dan pak ipin pun masuk kelas)

PAK IPIN                  :   Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

SISWA-SISWI          :   (Bersama-sama) Wa’alaikum Salam Warohmatullahi Wabarokatuh Pak Ipiiin…..

RAIHAN                   : (Sambil berbisik) Sssst… awas popong, tarkiman, bribin aja guyonan! sebab baka pak ipin mah rada galak.

POPONG                   : (Sambil berbisik juga) iya Tarkiman, awas sing tegak dodoke kuh, masalahe mah baka awake oyeg setitik bae gah, maen jiwir-jiwir bae kanah. Sing pajeg dodoke.

TARKIMAN              :   Iya.. ya…

PAK IPIN                  :   Hey… Popong, Tarkiman lagi pada bebisik apa hah??!!!

POPONG                   :   Nggak pak Ipin… maaf pak (Dengan nada agak gemetar)

PAK IPIN                  : Ya udah diam, jangan guyonan, wis ceppp!!! Baiklah anak-anak, apakah kalian sudah siap untuk menerima informasi dari bapak???

SISWA-SISWI          :   (Bersama-sama) Sudah Siaaaap Pak Ipiiiinnnn….

POPONG                   :   Informasi apa maning pak Ipin???

PAK IPIN                  :   Ada deeh… mau tau ya??? Mau tau, apa mau tau banget????

TARKIMAN              :   La la laa… gaul juga ya pak ipin, bahasanya kaya anak muda aja ya hehehe… (Tiba-tiba ada suara ketuk pintu, lalu Kholisah masuk kelas)

KHOLISAH              :   Assalamu’alaikum (Sambil masuk kelas lalu bersalaman dengan pak ipin)

PAK IPIN                  :   Wa’alaikum Salam, habis darimana kamu Lisa kok masuknya telat???

KHOLISAH              :   Maaf pak Ipin, saya telat. Tadi saya disuruh oleh pak Sairin untuk motocopy tugas-tugas bahasa Indonesia pak.

PAK IPIN                  :   Ooooh…. baegitu…

NADIA                      :   Huuh… Alesan bae..!!! Paling-paling habis kelayaban tuh pak, hukum saja pak, biar nyaho dia pak!!!

DARSIH CS              :   Huuhh dasar tukang sayur !!!

PAK IPIN                  :   Sudah… sudah diam, jangan ribut!! Hei Nadia, Darsih, sekali lagi kalau kalian masih menghina teman lagi, nanti kalian berdua yang bapak hukum, ngerti kalian !!!

NADIA                      :   Iya ngerti pak, maaf pak ipin.

PAK IPIN                  :   Ya sudah, kalau begitu sekarang kamu boleh duduk sana.

KHOLISAH              :   Iya, terima kasih pak Ipin (Lalu Kholisah duduk ditempatnya)

PAK IPIN                  : Baiklah anak-anak, sebelum bapak akan memberikan informasi ter-update, apakah kemarin kalian sudah menerima Surat Pemberitahuan Tentang Pembyaran Biaya Imtihan dari Ibu Marinih???

SISWA-SISWI          : (Bersama-sama) Sudah menerima semuanya pak Ipiiin….

PAK IPIN                  : Perlu kalian ketahui bahwa Dana Imtihan itu sudah menjadi kesepakatan bersama pada waktu rapat antara Komite Sekolah dengan Wali Murid, dan pihak sekolah tidak turut campur masalah semua itu. Sebab Dana Imtihan itu kan diluar anggaran Dana BOS.

SISWA-SISWI          :   (Bersama-sama) Ooooh… begitu toh pak????

PAK IPIN                 :   Dan informasi ter-update nya adalah bahwa hari ini adalah hari terakhir kita belajar, karena mulai hari senin depan kalian akan menghadapi Ujian Nasional. Dan berdasarkan instruksi dari Kepala Sekolah, mulai tahun sekarang ini syarat pengambilan Ijazah nanti, kalian harus hafal bacaan sholat subuh, kalau tidak hafal maka ijazahnya tidak bisa diambil. Paham anak-anak???

SISWA-SISWI          :   (Bersama-sama) Paham Pak Ipiiin…..

PAK IPIN                  :   Ya sudah, kalau sudah paham sekarang kalian boleh pulang. Assalamu’alaikum….

SISWA-SISWI          :   (Bersama-sama) Wa’alaikum Salam Pak Ipiiin………….

(Lalu pak Ipin dan siswa-siswi keluar kelas, kecuali Popong CS masih mengobrol didalam kelas)

TARKIMAN              : Wadaaah cah gawat, barang reang durung apal kabeh donga sholate. Terutama donga Qunute, angel ngapalakene, soale mah keder terakhire akeh kedoat kedoete sih.

POPONG                   :   Nyongan sira mah ora ilok di apalaken ningan Tarkiman.

TARKIMAN              :   Waaah sira mah FATONAH bae pong !!

POPONG                   :   Apa kunuh FATONAH kuh, Tarkiman???

TARKIMAN              :   Yaa menuduh tanpa bukti itukan namanya FATONAH ???

RAIHAN                   :   Yeee… bukan FATONAH Tarkiman, itu namanya FITNAH.

TARKIMAN              :    Oh iya mengkonon. Wong kita kuh enggal dina ngapalaken bae. Cuma kita kuh keder ning bacaan terakhire kah akeh Kedoat Kedoete. Wani mblenger endas…

RAIHAN                   :   Ya sudah, jangan putus asa gitu Tarkiman, hafalkan terus, ntar juga hafal kok. yang semangat dong friend, mumpung masih ada waktu untuk menghafalkannya.

POPONG                   :   Iya coy, ya wis gah, hayu pada balik, wetenge wis kruyukan ngeli mangan ikih…

TARKIMAN              :   Oke frieeend… hayu balik…

(Lalu mereka pulang kerumah masing-masing)

Musik pengiring Lagu : Uttaran

(Kholisah duduk sendiri sedang melamun, Lalu di hampiri oleh Elfa)

ELFA                         : Lisa, sedang apa kamu duduk menyendiri di sini, aku cari kemana-kemana, Eeeh nggak taunya kamu ada disini, emangnya lagi ada masalah apa sih Lisa??

KHOLISAH              : Aaah ngak ada apa-apa kok El, aku cuma ingin duduk-duduk santai saja kok…

ELFA                         :    Kamu jangan bohong Lisa, walau mulutmu berkata tidak, tapi raut wajahmu itu tidak bisa untuk dibohongi Lisa, aku yakin kamu pasti punya masalah, tolong dong cerita sama aku, barangkali saja aku bisa membantumu.

KHOLISAH              : Iya El, aku sedang bingung nih. Sebentar lagi kan Ujian Nasional. Dan kata pak Ita, syarat mengikuti Ujian itu harus melunasi segala biaya sekolah. Sedangkan aku, sampai sekarang ini belum punya uang untuk melunasinya El. Kamu kan tahu sendiri, bahwa sekarang ini ibuku juga sudah sakit-sakitan. Apakah aku berhenti saja sekolahnya???

ELFA                         :   Lisa, kamu tidak boleh berputus asa kaya gitu dong. Aku yakin pasti ada jalan keluar yang terbaik untuk mu, Allah itu pasti akan memberikan rizki untuk masing-masing hamba-Nya. Apalagi kamu itu anak yang baik, pintar dan berprestasi. Pasti nanti kamu akan mendapatkan bea siswa untuk melanjutkan sekolahmu. Yang penting kamu tetap semangat dan sabar selalu.

KHOLISAH              :   Iya Elfa, terima kasih ya.

ELFA                         :   Nah gitu… senyum dong, itu baru namanya Lisa sahabatku.

KHOLISAH              :   Iya Elfa, sekali lagi terima kasih ya El, kamu sudah mendengarkan curhatku.

ELFA                         : Tenang aja Lisa, Sampai kapanpun aku bakal selalu dengerin kamu kok.Kamu kan sahabat karibku.

KHOLISAH              :   Iya deeh, ya sudah kalau begitu aku pulang duluan ya El, aku harus beres-beres nih mau jualan sayuran lagi. Sampai jumpa besok ya Elfa. Assalamu’alaikum…

ELFA                         :   Iya Lis, Wa’alaikum salam…

(Lalu mereka berdua pulang kerumah masing-masing)

 

PROLOG 6

Hadirin… memang benar kata para pujangga bahwa teman sejati adalah

teman yang selalu ada ketika kita berada dalam susah dan selalu siap menjadi penerang baginya.

Nah… Hadirin yang berbahagia, kini mari kita tengok sejenak kehidupan disalah satu keluarga

Selamat menyaksikan…

 ADEGAN 6

Lagu : Termiskin di dunia (Nasida Ria)

AYAH RAIHAN      : (Sambil menatap dan merayu istrinya) Ehm….. cek… cek..cek… kalau melihat bunda dandan seperti ini, waah… waah… waah… bunda kelihatan cantik dan anggun nih. Ayah jadi makin jatuh cinta aja nih hehehe…..

IBU RAIHAN           : Aaaah… ayah ini bisa aja kalau ngerayu. bunda jadi Tersepona…

AYAH RAIHAN      : Terpesona kale bun…

IBU RAIHAN           : Oooh iya salah, udah ah, malu ah, nggak enak tuh dilihat sama penonton..!!

AYAH RAIHAN      : Oh iya bu, ngomong-ngomong Raihan sudah pulang belum ngaji di pak Jumbunya tuh?

IBU RAIHAN           : Belum tuh pak, mungkin sebentar lagi juga pulang.

(Lalu terdengar suara ketuk pintu, Raihan masuk kerumahnya)

RAIHAN                   :   Assalamu’alaikum

IBU RAIHAN           :   (Sambil menunjuk ke arah pintu) tuh pak Raihan nya pulang…. Wa’alaikum Salam masuk aja nak tidak dikunci…

RAIHAN                   :   (Sambil bersalaman) Ayah… Bunda…

IBU RAIHAN           :   Gimana sayang, baru selesai ngajinya?

RAIHAN                   :   Iya bun, kalo ngaji nya sih selesai dari tadi, tapi waktu mau pulang, aku ketemu Lisa teman sekolahku, jadi ngobrol-ngobrol dulu deh…

AYAH RAIHAN      :   Ya udah nggak apa-apa, oh iya kalau cape mah mendingan Raihan istirahat aja dulu.

RAIHAN                   :   Iya ayah, tapi aku masih pengen ngobrol-ngobrol sama ayah dan bunda, bolehkan???

IBU RAIHAN           :   Ya boleh dong sayang, masa nggak boleh.. iya kan Yah???

AYAH RAIHAN      :   Iya, boleh aja. Ya udah hayo sini. Memangnya Raihan mau ngobrol apa neh???

RAIHAN                   :   Ayah, boleh nggak Raihan minta bantuan ayah???

AYAH RAIHAN      :   Bantuan apa sih sayang…???  ngomong aja jangan malu-malu…

IBU RAIHAN           :   Iya sayang ngomong aja???

RAIHAN                   :   Ayah, Bunda…, Boleh nggak Raihan minta uang 500 ribu aja…

AYAH RAIHAN      :   Buat apa sih sayaang..????

IBU RAIHAN           :   Memangnya Raihan kepengen beli apa lagi sih?

RAIHAN                   :   Nggak kok Bun, Raihan nggak pengen beli apa-apa kok???

AYAH RAIHAN      :   Lalu buat apa sayang uang sebanyak itu ??

RAIHAN                   : Begini Ayah.. Bunda.., Raihan ingin membantu Kholisah teman sekolahku, yang barusan tadi Raihan ceritain tuh yah. Dia belum bisa melunasi biaya ujiannya. Karena sekarang ibunya sedang sakit. Aku kasihan sama Lisa yah. Dia itu anaknya rajin, pintar dan baik lagi. Jadi sayang kan kalau dia tidak boleh ikut ujian hanya karena tidak bisa melunasi biaya sekolahnya.

AYAH RAIHAN      :   Ah kamu ini ada-ada saja (sambil mengelus kepala Raihan) Baiklah sayang, akan ayah kasih. Memang, hidup itu harus saling tolong-menolong. Dulu juga ayah dan bundamu ini orang miskin jeh.

IBU RAIHAN           :   Iya sayang, bunda juga dulu pernah mengalami seperti apa yang telah teman kamu alami itu, tapi bunda tidak pernah menyerah walaupun hampir setiap hari diejek oleh teman-teman bunda.

RAIHAN                   :   Terima kasih ya ayah… bunda….

AYAH RAIHAN      :   (Sambil tersenyum) Bisa aja kamu ini. Ya sudah, sekarang kamu istirahat dulu sana. Biar besok nggak kesiangan sekolahnya.

RAIHAN                   :    Iya ayah.. bunda, Raihan istirahat dulur, Assalamu’alaikum. (Lalu masuk ke kamarnya)

AYAH RAIHAN      : Wa’alaikum Salam…

IBU RAIHAN           : Ya udah, bunda juga udah ngantuk nih pengen tidur dulu.. daah ayah… (lalu masuk kamar)

AYAH RAIHAN      : Lalala ngloyong dewekan bae jeh ya…. ikutan sih Bun Bobonya tuh….

 

PROLOG ENDING

(Episode 1)

 Hadirin…

Kehidupan Raihan dan keluarganya selalu berada dalam keharmonisan dan kebahagiaan, Karena sifat kedermawanannya yang selalu membantu antar sesama yang mebutuhkannya.
Nah… Hadirin… Bagaimanakah kisah selanjutnya..???
Saksikan kelanjutan ceritanya besok malam, masih dalam acara Imtihan
Lembaga Pendidikan Islam Ya’abidi Sukadana

Wassalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Sampai Berjumpa Besok Malam

 

About azli ⎝⏠⏝⏠⎠ zank™

Ingin Jadi Penulis™

Posted on 11 Oktober 2016, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: