Masalah Keuangan Di Madrasah Swasta

Masalah keuangan merupakan masalah yang cukup mendasar di sekolah/madrasah baik negeri atau swasta. Karena seluruh komponen pendidikan di sekolah erat kaitannya dengan komponen keuangan. Meskipun tidak sepenuhnya, masalah keuangan akan berpengaruh secara langsung terhadap kualitas sekolah, terutama berkaitan dengan sarana, prasarana dan sumber belajar. Banyak sekolah-sekolah yang tidak dapat melakukan kegiatan belajar-mengajar secara optimal, hanya karena masalah keuangan, baik untuk kesejahteraan guru maupun untuk mengadakan sarana dan prasarana pembelajaran. Dalam kaitan ini, meskipun tuntutan reformasi adalah pendidikan yang murah dan berkualitas, namun pendidikan yang berkualitas senantiasa memerlukan dana yang cukup dan memadai.

Bantuan Operasional Sekolah atau BOS yang diberikan oleh pemerintah, dinilai masih belum mencukupi untuk kebutuhan operasional di Madrasah Swasta yang jumlah peserta didiknya kurang dari 200 siswa. Dana BOS biasanya hanya diprioritaskan untuk kesejahteraan para guru, itupun belum 100% mencukupi. Komite Sekolah memiliki peran penting dalam mengawasi penggunaan dana BOS agar akuntabel dan transparan. Dalam menjalankan perannya, Komite Sekolah tidak boleh bersikap pasif dan bergantung pada inisiatif pihak sekolah. Sedangkan untuk kegiatan-kegiatan yang lainnya seperti pengembangan mutu sekolah, pemeliharaan berat dan banyak kegiatan-kegiatan lainnya, sekolah harus mencari inovasi baru serta dana-dana pendukung yang dibebankan ke Komite Sekolah.

Yayasan yang menangani lembaga pendidikan yang mendapat bantuan dana BOS sebagai patner kerja dalam menentukan dan menjalankan RAPBS sekaligus sebagai pengontrol penggunaan dana BOS. Dana BOS harus disalurkan sesuai kebutuhan siswa( bukan lembaga) seperti yang dituangkan dalam RAPBS. Kepala sekolah tanpa ada kerja sama dengan Yayasan akan terjadi kepincangan, sekolah jalan kemana dan yayasan jalan kemana. Tetapi Yayasan juga harus tahu bahwa yayasan bukan penentu tunggal atas dana BOS. Perencanaan penggunaan dana BOS dikelola bersama dengan lembaga, komite, yayasan dan disahkan oleh Dinas.

Sementara itu, sebagian besar Yayasan hanya baru bisa menyediakan sarana belajar seperti gedung dan beberapa kelengkapan lain, itupun sering kali dibantu oleh pemerintah melalui dana bantuan berupa rehab/RKB, sedangkan fungsi Komitenyapun belum bisa bekerja secara maksimal dalam rangka merangkul sejumlah pihak yang terkait.

Dalam hal ini, solusi yang harus diwujudkan adalah kerja keras Komite Sekolah beserta Yayasan untuk  memberikan support atau dukungan kepada sekolah. Tindakan nyata dari persatuan orang tua dan guru serta pihak-pihak terkait ini berupa pemberian dukungan terhadap program-program sekolah, selama program tersebut baik bagi siswa, guru, orang tua, maupun sekolah. Bentuk dukungan dapat berupa dana, dan non dana (ide, pemikiran, dll). Artinya setiap pihak-pihak terkait dalam hal ini memiliki program nyata yakni dukungan yang bersifat materil berupa sumbangan terhadap kegiatan di sekolah seperti membantu sekolah dalam penggalangan dana untuk kegiatan sekolah seperti melengkapi sarana prasarana, serta terlaksananya program-program ekstrakurikuler.

Di sisi lain, sumbangsih dari pihak-pihak terkait  terhadap non-materil juga dibutuhkan. Adanya program sekolah yang berkenaan dengan semangat dan pemberian motivasi bagi keberhasilan siswa perlu kiranya dianggap serius. Dan diharapkan kesinambungan antara supporting dari berbagai pihak terkait berjalan selaras demi mewujudkan putra-putri bangsa  yang cemerlang.

About azli ⎝⏠⏝⏠⎠ zank™

Ingin Jadi Penulis™

Posted on 14 Maret 2013, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. iya ya wa, kdang kah wong tua (wali murid) beh lok pd ngglendeng, jare ana dana bantuan tapi angger bae jeh masih akeh d punguti byaran maning bayaran,..

    • azli ⎝⏠⏝⏠⎠ zank™

      sudah menjadi lumrah jika terjadi seperti itu. itu dikarenakan kurangnya pengetahuan atau mungkin kurangnya ketransparanan dari pihak sekolah kepada wali murid. untuk itu perlu adanya kumunikasi berupa pertemuan antara pihak sekolah dan wali murid yang diprakarsai Komite sekolah.

  2. walaupun sering di adakan pertemuan tetap aja yang namanya walid murid itu identik dengan sekolah gratis apa lagi sekarang pemerintah udah mewajibkan sekolah gratis 12 tahun…….jadi intinya wali murid itu menginginkan sekolah gratis….

    • azli ⎝⏠⏝⏠⎠ zank™

      betul sekali…
      untuk itu, kita sebagai tenaga kependidikan baik struktural maupun fungsional, diupayakan untuk memberi pengertian kepada orang tua siswa…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: