Vespa Naik Gunung? Kenapa Nggak

2
Naik gunung memang mengasikan. Sejuk, menyegarkan, damai, hening dan tentu saja sejuta kesenangan bisa didapatkan ketika kita berada dialam bebas (outdor). Di alam bebas kita bisa menghidup udara sebebas-bebasnya, dengan sekali hisap setara dengan 10 kali hisap udara perkotaan yang kotor, berdebu dan penuh polusi.

Naik Scooter Vespa juga mengasyikkan dan melegakan. Kendaraan bak kumbang terbang made in Itali ini memang memberikan kesejukan, keasikan, semangat kebebasan yang tak tergantikan. Deru dan langsamnya knalpot Vespa memang tiada duanya.  Kendaraan roda dua pelopor monosock ini begitu atraktif ditanjakan, dan memberikan sensasi ketika melahat daerah banyak tikungan. Dan tak ada yang dapat menggantikan suasananya ketika melihat begitu banyak pemandangan alam di kiri kanan jalan saat melakukan perjalanan di daerah pegunungan. Tidak aneh jika ada iklan jupiter selalu didepan, tetapi tetap lebih baik naik vespa di jalan tanjakan.

Perlu diingat ketika kita hendak melakukan touring ritualnya hampir sama dengan ketika akan melakukan pendakian gunung. Saat diniatkan hendak melakukan touring bersama si kumbang montok, biasanya didahului dengan ritual memeriksa rem, lampu, oli mesin, kopling, cadangan busi, cadangan tali kopling-gas-persneling dan cadangan oli samping. Sudah pasti surat-surat penting. Perlengkapan yang dibawa rata-rata yang serba simpel. Jacket yang multi fungsi, Helm, Sepatu, tutup hidung, Jas hujan, dan perlengkapan seperti kunci-kunci yang penting-penting saja, termasuk alat mandi + obat-obatan.  Intinya bagaimana supaya vespa sehat dibawa dan barang bawaan tak memberatkan.

Hampir sama ketika kita niatkan hendak mendaki gunung, selain fisik yang memang modal utama juga mental, surat-surat, Jacket, Jas Hujan, Makanan, alat-alat mandi dan obat-obatan. Semua perlengkapan naik gunung serba simpel dan seminimal mungkin tidak memberatkan.

Suatu waktu saat sekolah melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler Pramuka dan PMR di Bumi Perkemahan Palutungan Kabupaten Kuningan Jawa Barat tahun 2012 lalu. Awalnya memang ragu ketika hendak membawa si-kumbang montok buatan Italia ini diajak naik gunung, tapi ternyata Vespa tua ini ngacir gesit ditanjakan.

Sungguh pengalaman pertama bareng sisemok Vespa yang mengasikkan.

About azli ⎝⏠⏝⏠⎠ zank™

Ingin Jadi Penulis™

Posted on 11 Februari 2013, in Vespa. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Si semok tlah mengalihkan duniamu…
    Kykna hbi ini jg bkal jd penyita wkt sama d ibratkanny bak istri muda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: