ZAKAT FITRAH DAN ZAKAT MAAL

A.    Pengertian Zakat
Zakat menurut bahasa arab artinya tumbuh, tambah, berkah, suci. Sedangkan menurut istilah, zakat adalah sejumlah harta tertentu yang diwajibkan oleh Allah, untuk diserahkan kepada yang berhak menerimanya dengan syarat-syarat tertentu. Dasar hukum wajibnya zakat dicantumkan dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 110, yang berbunyi:

Artinya:    “dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat …” (QS. Al-Baqarah : 110)

Zakat terbagi menjadi dua macam, yakni zakat Fitrah dan zakat Maal. Dari kedua jenis zakat tersebut nantinya diberikan kepada orang-orang yang sudah ditentukan juga, yaitu ada delapan golongan  yang  memiliki  hak  menerima  zakat,  seperti  yang  terdapat  dalam  Al-Qur’an  surat At-Taubah ayat 60, yang berbunyi:

Artinya:    “Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, Para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana” (QS. At-Taubah : 60)

Berdasarkan ayat di atas tampak jelas bahwa ada delapan golongan yang berhak menerima zakat, diantaranya alah:

  1. Orang fakir, yakni orang yang Amat sengsara hidupnya, tidak mempunyai harta dan tenaga untuk memenuhi penghidupannya.
  2. Orang miskin, yakni orang yang tidak cukup penghidupannya dan dalam Keadaan kekurangan.
  3. Pengurus zakat, yakni orang yang diberi tugas untuk mengumpulkan dan membagikan zakat.
  4. Muallaf, yakni orang kafir yang ada harapan masuk Islam dan orang yang baru masuk Islam yang imannya masih lemah.
  5. Memerdekakan budak, yakni mencakup juga orang yang membebaskan Muslim yang ditawan oleh orang-orang kafir.
  6. Orang berhutang, yakni orang yang berhutang karena untuk kepentingan yang bukan maksiat dan tidak sanggup membayarnya. Adapun orang yang berhutang untuk memelihara persatuan umat Islam dibayar hutangnya itu dengan zakat, walaupun ia mampu membayarnya.
  7. Orang yang ada pada jalan Allah (sabilillah), yaitu untuk keperluan pertahanan Islam dan kaum muslimin. Diantara mufasirin ada yang berpendapat bahwa fisabilillah itu mencakup juga kepentingan-kepentingan umum seperti mendirikan sekolah, rumah sakit dan lain-lain.
  8. Orang yang sedang dalam perjalanan yang bukan maksiat mengalami kesengsaraan dalam perjalanannya.

B.    Zakat Fitrah
1.    Pengertian Zakat Fitrah dan Dasar Hukumnya
Zakat Fitrah menurut bahasa ialah membersihkan atau mensucikan yang berkaitan dengan asal kejadian manusia. Sedangkan Zakat Fitrah menurut istilah ialah Zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap orang Islam laki-laki atau perempuan, tua atau muda, untuk dirinya sendiri dan orang-orang Islam yang wajib ia nafkahi, dengan cara mengeluarkan bahan makanan pokok sesuai kadar yang telah ditentukan oleh syariat Islam.
Nabi Muhammad SAW bersabda:

Artinya:     “Dari Ibnu Umar, ia berkata,”Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah di bulan Ramadan atas setiap muslim sebanyak satu sha’ (3,2 liter) kurma atau gandum, baik dia merdeka atau hamba sahaya, laki-laki atau perempuan”. (HR. Bukhari Muslim).

2.    Hukum Zakat Fitrah
Mengeluarkan Zakat Fitrah hukumnya fardu ’ain yaitu wajib atas setiap umat Islam laki-laki atau perempuan, tua atau muda dan termasuk anak yang baru dilahirkan ibunya yang mampu dengan syarat-syarat yang sudah ditetapkan. Setiap muslim wajib berzakat fitrah untuk dirinya, keluarga, dan orang lain yang menjadi tanggungannya baik anak kecil, orang dewasa, laki-laki, dan perempuan bahkan anak yang baru lahir sekalipun.

3.    Syarat Wajib Menunaikan Zakat Fitrah

  1. Setiap orang yang beragama Islam
  2. Dilaksanakan sesudah terbenam matahari diakhhir bulan Ramadan (bagi anak yang baru lahir sesudah terbenamnya matahari di akhir bulan Ramadan tidak diwajibkan Zakat Fitrah)
  3. Mempunyai kelebihan harta dari keperluan makanan untuk dirinya sendiri dan keluarganya yang menjadi tanggungjawabnya.

4.    Ketentuan Waktu Mengeluarkan Zakat Fitrah

  1. Waktu yang diperbolehkan (mubah) yaitu mulai awal Ramadan sampai akhir Ramadan, hal semacam ini biasa disebut ta’jil.
  2. Waktu Wajib, yaitu mulai terbenamnya matahari di penghabisan bulan Ramadan.
  3. Waktu Afdol, yaitu waktu yang paling baik, yaitu setelah fajar tiba sebelum Shalat Idul Fitri.
  4. Waktu Makruh, yaitu membayar zakat fitrah sesudah solat hari raya,tetapi sebelum terbenam matahari pada hari raya.
  5. Wakktu Haram, yaitu setelah terbenam matahari pada hari raya.

5.    Manfaat Zakat Fitrah

  1. Menyempurnakan puasa seseorang sehingga puasanya diterima oleh Allah SWT.
  2. Membersihkan diri dari sifat kikir dan akhlak tercela.
  3. Menolong orang yang susah atau miskin sehingga terhindar dari kefakiran.
  4. Sebagai tanda syukur kepada Allah SWT atas nikmat yang diberikan-Nya.
  5. Menumbuhkan dan meningkatkan rasa persaudaraan sesama muslim.

6.    Mempraktikkan Pelaksanaan Zakat Fitrah
Zakat Fitrah adalah zakat yang dikeluarkan berdasarkan cacah jiwa untuk membersihkan diri. Besarnya zakat fitrah adalah 2,5 kg (sekitar 4 liter) beras atau makanan pokok yang dikonsumsi sehari-hari, dan dalam pelaksanaannya boleh menggunakan uang seharga 2,5 kg beras.
Contoh cara menghitung zakat fitrah.
Pak Ujang sebagai kepala keluarga memiliki tanggungan yang terdiri dari seorang isteri, seorang anak, dan dua orang adik. Berapa besar zakat fitrah yang harus dikeluarkan oleh Pak Ujang?
Untuk menghitungnya ikuti langhah-langkah berikut ini:

  1. Apabila Pak Ujang akan mengeluarkan zakat fitrah dengan beras, maka zakat yang harus dikeluarkan adalah: 5 orang x 2,5 kg beras = 12,5 kg beras, atau 5 x 4 liter = 20 liter beras.
  2. Apabila Pak Ujang akan mengeluarkan zakat fitrah dengan uang, maka zakat yang harus dikeluarkan adalah: Jika harga beras Rp 20.000/kg, maka zakatnya 12,5 kg x Rp 20.000= Rp 250.000

7.    Lafal Zakat Fitrah
1)    Lafal niat zakat fitrah untuk diri sendiri

Artinya:     “Sengaja aku mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku, karena Allah ta’ala.”

2)    Lafal niat zakat fitrah untuk anak dan keluarganya

Artinya:     “Sengaja aku mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan semua yang saya diwajibkan memberi nafkah pada mereka, karena Allah ta’ala.”

3)    Lafal doa bagi orang yang menerima zakat fitrah

Artinya:    “Semoga Allah memberikan pahala terhadap apa yang telah kamu berikan, memberikan berkah terhadap harta yang engkau miliki, dan menjadikan harta dan jiwa kamu suci”.

C.    Zakat Maal
1.    Pengertian Zakat Maal dan Dasar Hukumnya
Zakat Maal atau zakat harta adalah mengeluarkan sebagian dari harta yang dimiliki seseorang muslim atau kelompok karena sudah sampai nisab untuk diberikan kepada orang-orang yang berhak menerimanya sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Sedangkan nisab zakat adalah batas minimal dari harta benda yang dimiliki oleh setiap muslim yang wajib mengeluarkan zakat.

2.    Hukum Zakat Maal
Mengeluarkan Zakat Mal hukumnya fardu ‘ain, yaitu wajib atas setiap orang Islam yang mampu dan telah memenuhi syarat-syaratnya. Allah berfirman berkaitan dengan perintah untuk mengeluarkan zakat terdapat dalam Al-Qur’an surat Al-Baqaroh ayat 110, yang berbunyi:

Artinya:    “dan dirikanlah shalat serta tunaikanlah zakat …” (QS. Al-Baqarah : 110)
Kemudian Allah juga berfirman berkaitan dengan orang-orang yang menerima zakat, terdapat dalam Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 103, yang berbunyi:

Artinya:    “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka…” (QS. At-Taubah : 103)

3.    Syarat Wajib Menunaikan Zakat Mal
1)    Islam
2)    Merdeka
3)    Milik yang sempurna
4)    Telah cukup nisabnya (batas harta yang dimiliki sehingga orang wajib mengeluarkan zakat)
5)    Masa memiliki sudah sampai 1 tahun, selain tanaman dan buah-buahan.

4.    Rukun Zakat Mal
1)    Niat mengeluarkakn zakat
2)    Orang yang berzakat
3)    Orang yang menerima zakat
4)    Barang yang dizakatkan.

5.    Jenis Harta yang Wajib Dizakati dan Nisabnya

NO JENIS HARTA NISAB ZAKATNYA
Emas 93,6 gr 2,5 %
Perak 624 gr 2,5 %
Perniagaan Seharga emas 93,6 gr 2,5 %
Binatang Ternak
  1. Kambing / Domba
40 – 120 ekor 1 ekor umur 2 tahun
121 – 200 ekor 2 ekor umur 2 tahun lebih
201- 399 ekor 3 ekor umur 2 tahun lebih
400 – … ekor 4 ekor umur 2 tahun lebih
Setiap bertambah 100 ekor Tambah 1 ekor lagi
  1. Sapi / Kerbau
30-39 ekor 1 ekor umur 1 tahun lebih
40-59 ekor 1 ekor umur 2 tahun lebih
60-69 ekor 2 ekor umur 1 tahun lebih
70-79 ekor 2 ekor umur 2 tahun lebih
80-89 ekor 3 ekor umur 1 tahun lebih
90-… ekor 4 ekor umur 1 tahun lebih
Setiap bertambah 30 ekor Tambah 1 ekor lagi
  1. Unta
5 – 9 ekor 1 ekor kambing umur 2 tahun
10 – 14 ekor 2 ekor kambing umur 2 tahun
15 – 19 ekor 3 ekor kambing umur 2 tahun
20 – 24 ekor 4 ekor kambing umur 2 tahun
25 – 35 ekor 1 ekor unta umur 1 tahun lebih
36 – 45 ekor 1 ekor unta umur 2 tahun lebih
46 – 60 ekor 1 ekor unta umur 3 tahun lebih
61 – 75 ekor 1 ekor unta umur 4 tahun lebih
76 – 90 ekor 2 ekor unta umur 2 tahun lebih
91 – 120 ekor 2 ekor unta umur 3 tahun lebih
121 – … ekor 3 ekor unta umur 2 tahun lebih
Setiap tambahan 40 ekor Tambah 1 ekor lagi
Setiap tambahan 50 ekor Tambah 1 ekor lagi
Hasil pertanian yang menjadi makanan pokok, seperti: padi, jagung, gandum 5 wasaq = 750 kg beras = 930 liter beras 10% bila diairi dengan air hujan atau air sungai tanpa biaya.5% bila diairi dengan memakai biaya.
Harta Rikaz (barang temuan) berupa emas atau perak. Samadengan emas (93,6 gr)Samadengan perak (624 gr) 20% pada saat menemukannya
Selain berupa emas atau perak Samadengan emas (93,6 gr)Samadengan perak (624 gr) 2,5%
Lain-lain seperti: perikanan, tanaman hias, profesi, perkebunan, dan lain-lain. Samadengan emas (93,6 gr)Samadengan perak (624 gr) 2,5%

6.    Mempraktikkan Pelaksanaan Zakat Maal
Contoh cara menghitung zakat maal adalah sebagai berikut:
1)    Pada tanggal 5 Januari 2008, kamu membeli emas sebanyak 400 gram. Kapan kamu mengeluarkan zakatnya ? Dan berapa besar zakat yang harus dikeluarkan ?
Jawaban :
Besar zakatnya adalah: 2,5% x 400 gram = 2,5/100 x 400 gram = 10 gram.
Dan zakat tersebut harus dikeluarkan pada tanggal 4 Januari 2009.
2)    Pada tanggal 5 Maret 2008, kamu mulai berdagang barang-barang elektronik dengan modal awal Rp 25.000.000,00. Setelah setahun, harta daganganmu senilai Rp 30.000.000,00. Kapan kamu mengeluarkan zakatnya? Dan berapa besar zakat yang harus dikeluarkan ?
Jawaban:
Besar zakatnya: 2,5% x 30.000.000,00 = 2,5/100 x Rp 30.000.000,00 = Rp 750.000,00
Zakat tersebut harus dikeluarkan pada tanggal 4 Maret 2009
3)    Pak Budi habis panen padi sawah yang pengairannya sulit. hasil perolehan bersih sebanyak 1800 kg beras. Hitunglah berapa berapa kg zakat yang wajib dikeluarkan pak Budi !
Jawaban:
Besar zakatnya: 5% x 1800 kg = 5/100 x 1800 kg = 90 kg

D.    Manfaat atau hikmah Zakat dalam Kehidupan
1.    Bagi yang Berzakat ( Muzakki)
Manfaat yang diperoleh bagi orang yang berzakat antara lain adalah:
1)    Sebagai tanda syukur kepada Allah swt
2)    Melaksannankan kewajiban agama.
3)    Untuk mensucikan harta yang dimiliki.
4)    Mendidik agar bersifat mulia dan pemurah.
5)    Membersihkan diri dari sifat kikir dan tamak.

2.    Bagi yang menerima zakat (Mustahik)
Manfaat yang diperoleh bagi orang yang menerima zakat antara lain adalah:
1)    Mempererat tali persaudaraan.
2)    Memperingankan beban kesulitan.
3)    Dapat meningkatkan kesejahteraan hidup.
4)    Mengurangi timbulnya kejahatan.
5)    Memberi ketenteraman bagi orang yang baru masuk Islam.

About azli ⎝⏠⏝⏠⎠ zank™

Ingin Jadi Penulis™

Posted on 11 Oktober 2012, in Agama, Uncategorized. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. mohon izin ya saya copy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: