PERILAKU MENYIMPANG DAN SIKAP ANTISOSIAL

PERILAKU MENYIMPANG DAN SIKAP ANTISOSIAL

A.    Pengertian
Setiap masyarakat memiliki norma. Norma adalah ukuran mengenai prilaku yang di anggap baik. Norma memberikan petunjuk mengenai prilaku yang semestinya diikuti oleh warga masyarakat. Masyarakat berperilaku sesuai norma-norma yang berlaku dalam masyarakat, sikap seperti itu di sebut konformitas.
Di setiap masyarakat selalu ada seseoarang/sekelompok orang yang tidak menaati norma-norma yang berlaku dalam masyarakatnya. Tindakan orang/sekelompok orang tersebut prilaku menyimpang (deviance).  prilaku menyimpang yang berdampak buruk terhadap kehidupan bersama sering di sebut prilaku antisosial

  1. Perilaku menyimpang adalah penyimpangan terhadap kaidah-kaidah dan nilai dalam masyarakat (soerjono soekanto)
  2. Prilaku menyimpang adalah pelanggaran terhadap norma masyarakat (jhon J. macionis)

B.    Beberapa Hal Penting
Terdapat delapan hal penting yang mesti kita katehui agar kita memiliki pengertian yang lebih utuh mengenai perilaku menyimpang, antara lain :

  1. Seorang di kaitkan berperilaku menyimpang karena orang lain/masyarakat mengatakannya seperti itu.
  2. Prilaku yang termasuk kedalam prilaku menyimpang, berbeda dari waktu ke waktu
  3. Prilaku yang di anggap sebagai prilaku menyimpang oleh sebuah masyarakat, belim tentu di anggap sebagai prilaku menyimpang oleh masyarakat yang lain.
  4. Prilaku menyimpang bisa berubah menjadi tindakan kriminal
  5. Ada pelanggaran hukum yang bukan merupakan prilaku menyimpang.
  6. Prilaku menyimpang tapi tidak melanggar hukum.
  7. Masyarakat ada kalanya sangat mengecam beberapa prilaku menyimpang tertentu(misalnya penyiksaan anak)namun bersikap biasa-biasa saja terhadap beberapa bentuk prilaku menyimpang lainnya.

C.    Jenis-jenis Perilaku Menyimpang

1.    Berdasarkan jenisnya

  • Penyimpangan primer (primari deviation) adalah prilaku menyimpang yang pertama kali di lakukan.
  • Penyimpangan sekunder (skondary deviation) adalah prilaku menyimpang yang merupakan pengulangan dari prilaku sebelumnya.

2.    Berdasarkan efek dan dampaknya

  • Prilaku menyimpsng fositif  adalah prilaku menyimpang yang memiliki dampak fositif.
  • Prilaku menyimpang negatif adalah prilaku menyimpang yang memiliki dampak negatif.

3.    Berdasarkan bentuknya

  • Prilaku menyimpang yang bukan merupakan kejahatan adalah prilaku menyimpang yang tidak termasuk perbuatan pidana.
  • Prilaku menyimpang yang merupakan kejahatan adalah prilaku menyimpang yang di ancam dengan saksi pidana.
  • Kenakalan remaja (juvenile delinquency) adalah prilaku menyimpang yang umumnya di lakukan oleh kaum remaja.

D.    Fungsi Perilaku Menyimpang
Pada umunya perilaku menyimpang dinilai negatif oleh masyarakat. Namun ternyata menurut salah seorang pendiri sosiologi, Emile Durkheim (1895-1982), perilaku menyimpang bukanlah perilaku yang semata-mata tak normal dan selalu bersifat negatif, tetapi sebaliknya yakni memiliki kontribusi positif bagi kelangsungan masyarakat secara keseluruhan. Menurutnya juga, terdapat empat kontribusi penting dari perilaku menyimpang, yaitu:
1.    Perilaku menyimpang memperkokoh nilai-nilai dan norma dalam masyarakat.
2.    Tanggapan terhadap sikap menyimpang akan memperjelas batas moral.
3.    Tanggapan terhadap prilaku menyimpang akan menumbuhkan kesatuan masyarakat
4.    Perilaku  menyimpang akan mendorong terjadinya perubahan sosial.

Download PoworPointnya di sini

About azli ⎝⏠⏝⏠⎠ zank™

Ingin Jadi Penulis™

Posted on 16 Februari 2012, in KBM, Umum, Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: