Dinamika Kelompok Sosial dalam Masyarakat Multikultural

A.      Pengertian Dinamika Kelompok Sosial

Manusia adalah makhluk sosial yang sering merasa tidak puas dengan sesuatu yang telah dicapainya. Dinamika yang terjadi dalam kehidupan manusia tidak hanya terjadi pada individu, tetapi juga dinamika pada kelompok sosial. Perubahan dan perkembangan yang terjadi pada satu masyarakat akan berbeda antar satu dengan yang lainnya.

Keluarga sebagai tempat awal seorang manusia yang dilahirkan dan menerima proses sosialisasi sejalan dengan perjalanan waktu, maka akan mengalami perkembangan.

Berikut adalah pendapat beberapa ahli mengenai istilah dinamika kelompok sosial:

  1. Menurut Robert F. Bales, Dinamika kelompok adalah proses kejiwaan yang terjadi pada individu yang dapat memengaruhi kelompoknya.
  2. Menurut sprott, Dinamika kelompok adalah analisis persoalan interrelasiyang terjadi antara anggota kelompok.
  3. Soerjono Soekanto, dinamika kelompok sosial adalah perubahan dan perkembangan suatu kelompok yang juga menyangkut gerak atau perilaku kolektif serta kemungkinan terjadinya antagonisme antarkelompok.

B.      Pendekatan Dinamika Kelompok Sosial

Dinamika kelompok sosial diartikan sebagai proses interaksi dan interdependensi antaranggota kelompok atau antara kelompok yang satu dengan kelompok lain dapat mengakibatkan terjadinya perubahan. Menurut beberapa tokoh ada 2 macam pendekatan yang dapat dipakai, yaitu:

1.   Pendekatan Bales dan Homans

Dalam dinamika kelompok sosial selalu terdapat aksi, interaksi, dan situasi yang ada dalam suatu kelompok.

2.   Pendekatan dari Sigmund Freud

Dalam setiap kelompok perlu adanya kesatuan kelompok agar kelompok tersebut dapat bertahan dan berkembang.

C.      Faktor-faktor Pendorong Dinamika Kelompok sosial

  1. Memiliki tujuan yang realistis, sederhana, dan menguntungkan bagi setiap anggota kelompok.
  2. Memilki kepentingan yang berperan dalam menentukan kekuatan ikatan antaranggota.
  3. Interaksi dalam kelompok merupakan alat perekat yang baik dalam membina kesatuan dan persatuan anggota.

1.       Faktor pendorong dari luar kelompok

Faktor faktor terjadinya dinamika kelompok sosialdari luar kelompok adalah sebagai berikut.

  1. Perubahan situasi sosial
  2. Perubahan situasi ekonomi
  3. Perubahan situasi politik

2.       Faktor pendorong dari luar kelompok

Faktor faktor pendorong dari dalam kelompok adalah sebagai berikut.

  1. Pergantian anggota kelompok
  2. Konflikantar anggota kelompok
  3. Perbedaan kepentingan

Hal berikut dapat terjadi apabila terdapat beberapa peristiwa berikut ini.

  1. Terjadi persaingan antara dua kelompok, maka akan menimbulkan stereotip
  2. Kontak antara dua kelompok yang berkonflik tidak akan mengurangi sikap permusuhan.
  3. Tujuan yang harus di capai dengan kerja sama.
  4. Dalam kerja sama dalam mencapai tujuan.

D.      Proses Perkembangan Berbagai Kelompok Sosial

1.       Keluarga

Keluarga mempunyai peran peran tertentu perani  tersebut di antaranya sebagai berikut,

  1. Keluarga batih sebagai pelindungbagi para anggotanya
  2. Keluarga batih yang dapat membantu para anggotanya
  3. Keluarga batih menumbuhkan dasar dasar bagi kaidah kaidah pergaulan hidup.
  4. Keluarga batihmerupakan tempat awal sosialas

2.       Kelompok kekerabatan

Kelompok kekerabatan inilah yang kemudian merupakan cikal bakal dari masyarakat.

3.       Keluarga okupasional

Ketika kelompok kekerabatan mendapat pengaruh dari luar maka kelompok tersebut berkambang menjadi masyarakat yang heterogen.

4.       Kelompok volunter

Dengan berkembangnya suatu masyarakat, maka tidak semua kepentingan para anggota masyarakat baik yang bersipat material maupun spritual.

5.       Masyarakat desa (rural community)

Masyarakat desa merupakan sekelompok orang yang hidup bersama, berintraksi, yang memiliki hubungan yang sangat erat dalam waktu

yang relatif lama.

6.       Masyarakat kota (Urban community)

1.  Ciri ciri masyarakat kota

  • Kehidupan keagamaan relatif longgar dibandingkan kehidupan masyarakat desa.
  • Adanya pembagian kerja yang tegas dan jelas sehingga membentuk kelompok kelompok kecil, contohnya adalah seorang pengacara lebih banyak bergaul dengan rekan sesama propesinya dari pada seorang pedagang.
  • Kemungkinan untuk mendapat pekerjaan lebih banyak dari masyarakat desa.
  • Lebih menghargai waktu di banding masyarakat desa sehingga kedisiplinan merupakan  kunci keberhasilan seseorang.
  • Perubahan perubahan sosial tanpak nyata sehingga menjadi daya tarik kota bagi masyarat desa.

2.  Perkembangan masyarakat kota

  • Perkembangan masyarakat desa menjadi maasyarat kota.
  • Bertambahnya penduduk kota akibat adanya urbanisasi.
About these ads

Tentang azli ⎝⏠⏝⏠⎠ zank™

Ingin Jadi Penulis™

Posted on 21 Juni 2011, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.164 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: